Munculnya Bau pada Septiktank dan Cara Penanganannya dengan Bakteri Pengurai Tinja BWST 05
Bau menyengat dari septiktank merupakan masalah umum yang sering dikeluhkan pemilik rumah, gedung, dan fasilitas umum. Tidak hanya mengganggu kenyamanan penghuni, bau tak sedap ini juga menjadi indikator bahwa sistem pengolahan limbah belum bekerja optimal. Berbagai solusi telah dicoba, namun salah satu pendekatan yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan adalah penggunaan bakteri penghilang bau, khususnya jenis bakteri pengurai tinja BWST 05.
Mengapa Septiktank Mengeluarkan Bau?
Bau pada septiktank biasanya berasal dari reaksi biologis limbah organik yang mengalami pembusukan di lingkungan tanpa oksigen (anaerob). Mikroorganisme akan memecah limbah, tetapi proses ini juga menghasilkan gas berbau seperti:
-
H₂S (hidrogen sulfida) → bau telur busuk
-
CH₄ (metana) → gas tak berbau tetapi berkontribusi terhadap bau keseluruhan
-
NH₃ (amonium) → bau tajam seperti urin
Faktor yang memperparah bau antara lain:
✔ Jumlah limbah yang tidak seimbang
✔ Sumbatan atau aliran yang terganggu
✔ Aerasi yang kurang
✔ Kurangnya mikroba yang efektif dalam memecah limbah
Apa Itu Bakteri Penghilang Bau?
Bakteri penghilang bau adalah mikroba yang bekerja dengan cara mempercepat proses degradasi (penguraian) limbah organik dalam septiktank sehingga:
✅ Mengurangi akumulasi bahan penyebab bau
✅ Mengurangi produksi gas berbau
✅ Meningkatkan stabilitas biologis septiktank
✅ Mengurangi frekuensi pengurasan manual
Salah satu produk yang direkomendasikan adalah Bakteri Pengurai Tinja BWST 05, yang mengandung kombinasi bakteri aktif yang mampu hidup dan berkembang dalam kondisi anaerob* dan mikroaerob.
Kenapa Memilih Bakteri Pengurai Tinja BWST 05?
BWST 05 dirancang khusus sebagai bakteri penghilang bau yang efektif untuk septiktank, waduk limbah, dan sistem saluran pembuangan domestik. Keunggulan utamanya antara lain:
🌿 1. Cepat Mengurai Limbah Organik
Bakteri ini menghasilkan enzim yang mempercepat pemecahan padatan organik seperti tinja, sisa makanan, dan bahan biodegradable lainnya.
💨 2. Mengurangi Produksi Gas Berbau
Dengan meningkatkan proses degradasi secara aerobik dan semi-anaerob, bakteri membantu menstabilkan limbah sehingga produksi gas H₂S, NH₃, dan bau lainnya berkurang drastis.
⚙️ 3. Menurunkan Frekuensi Penanganan Manual
Dengan limbah yang terurai lebih baik, kebutuhan emptying atau pengurasan bisa lebih jarang dilakukan – menghemat biaya operasional.
💧 4. Ramah Lingkungan
Tidak menggunakan bahan kimia keras. Mikroba bekerja secara alami tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Bagaimana Cara Kerja Bakteri Pengurai Tinja BWST 05?
Proses kerja bakteri penghilang bau ini terjadi secara bertahap:
-
Inokulasi Bakteri ke Septiktank
Larutan bakteri ditambahkan ke dalam septiktank secara berkala. -
Kolonisasi Mikroba
Bakteri hidup dan berkembang di area limbah sehingga populasi mikroba meningkat. -
Produksi Enzim Degradasi
Enzim yang diproduksi memecah molekul organik kompleks menjadi komponen lebih sederhana. -
Penurunan Senyawa Penyebab Bau
Senyawa penyebab bau terurai dan jumlah gas berbau berkurang. -
Stabilisasi Bio-limbah
Sistem limbah menjadi lebih stabil, berkurang bau, dan limpasan jadi lebih bersih.
Panduan Aplikasi Bakteri Penghilang Bau di Septiktank
Untuk mendapatkan hasil optimal, lakukan langkah berikut:
1. Identifikasi Kapasitas Septiktank
Hitung volume tangki dan jumlah penghuni/pengguna agar dosis bakteri tepat.
2. Dosis Sesuai Kondisi Limbah
-
Awal pengenalan (fase shock/boost): dosis lebih tinggi selama 1–2 minggu
-
Pemeliharaan: dosis rutin 1× atau 2× per 3 bulan
3. Tambahkan Bakteri Saat Kondisi Basah
Waktu paling efektif adalah pada malam hari setelah kegiatan di kamar mandi berkurang sehingga bakteri tersebar merata dan bisa beradapatsi dengan baik.
4. Kombinasikan dengan Aerasi Ringan
Jika memungkinkan tambahkan aerasi ringan untuk menambah oksigen mikro sehingga bakteri bekerja lebih baik menggunakan nutrisi BWAE 03
5. Monitor Secara Berkala
Amati perubahan bau, volume lumpur, dan kondisi air keluar jika ada saluran limpasan.
Tips Mencegah Bau Septiktank Selain Menggunakan Bakteri
🟢 Jangan membuang minyak goreng dan bahan sulit terurai
🟢 Hindari memasukkan produk kimia pembersih berlebih
🟢 Pasang ventilasi yang baik pada sistem septic
🟢 Lakukan penyedotan limbah secara berkala sesuai kebutuhan
Kesimpulan
Masalah bau pada septiktank dapat disebabkan oleh akumulasi limbah organik yang tidak terurai sempurna. Solusi yang efektif, ramah lingkungan, dan hemat biaya adalah penggunaan bakteri penghilang bau seperti Bakteri Pengurai Tinja BWST 05. Mikroba ini bekerja mempercepat penguraian limbah, mengurangi produksi gas penyebab bau, serta menstabilkan sistem limbah secara keseluruhan.
Dengan aplikasi yang tepat dan perawatan rutin, penggunaan bakteri ini tidak hanya menyelesaikan masalah bau — tetapi juga membantu menjaga kesehatan lingkungan dan kenyamanan penghuni.

